Pinjaman bisnis sebaiknya diambil saat usaha membutuhkan tambahan modal dan kondisi arus kas memungkinkan pembayaran cicilan secara rutin.
Seiring berkembangnya usaha, ada banyak momen ketika pengusaha perlu menambah kapasitas produksi, membeli bahan baku lebih banyak, membuka cabang baru, atau sekadar menjaga arus kas tetap sehat.
Sayangnya, modal pribadi atau keuntungan usaha tidak selalu cukup untuk menutup kebutuhan tersebut dalam waktu cepat.
Di sinilah peran modal tambahan menjadi penting. Salah satu cara yang umum dan relatif aman untuk mendapatkannya adalah melalui pinjaman usaha di bank.
Dengan dukungan pembiayaan dari bank, pelaku usaha bisa tetap menjalankan rencana bisnis tanpa harus menunggu modal terkumpul terlalu lama, sehingga peluang pasar tidak terlewat begitu saja.
Baca juga: 10 Usaha yang Cocok untuk Anak Muda, Kreatif dan Untung Besar
Waktu yang Tepat Ambil Pinjaman Bisnis
Waktu yang tepat mengambil pinjaman bisnis bukan saat kepepet, tapi ketika keputusan tersebut sudah diperhitungkan dengan matang dan jelas tujuannya.
Pinjaman idealnya diambil saat bisnis berada dalam kondisi cukup stabil, punya arus kas yang relatif sehat, dan sudah ada gambaran jelas bagaimana dana pinjaman akan digunakan serta dikembalikan.
Berikut ini beberapa pertimbangan yang perlu dicek untuk memastikan apakah bisnismu sudah saatnya ambil pinjaman atau belum.
1. Arus kas stabil
Pinjaman bisnis paling aman diambil ketika arus kas usaha sudah berjalan stabil dan tidak bergantung pada satu atau dua klien saja. Artinya, pemasukan rutin setiap bulan cukup untuk menutup biaya operasional utama sekaligus menyisakan ruang untuk membayar cicilan.
2. Tujuan pinjaman jelas
Pinjaman yang baik selalu punya tujuan yang spesifik dan produktif. Dana pinjaman seharusnya digunakan untuk hal-hal yang bisa menghasilkan nilai tambah, seperti meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, atau memperbaiki efisiensi operasional.
3. Kemampuan bayar aman
Sebelum mengambil pinjaman, pengusaha perlu menghitung kemampuan bayar secara realistis, termasuk saat kondisi bisnis sedang melambat. Jangan hanya mengandalkan proyeksi optimistis.
4. Manajemen siap
Pinjaman menuntut disiplin pengelolaan usaha yang lebih ketat. Pencatatan keuangan harus rapi, arus kas harus dipantau rutin, dan pengambilan keputusan perlu lebih terukur.
Jika sistem dan mental pengusaha sudah siap menghadapi komitmen jangka menengah hingga panjang, pinjaman bisa menjadi alat bantu yang efektif untuk mengembangkan bisnis.
Baca juga: Mengenal Perusahaan Go Public, Keuntungan, & Syaratnya
Rekomendasi Pinjaman Bisnis
Setiap bank punya produk pinjaman bisnis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Salah satunya OCBC, yang merupakan Bank SME terbaik di Indonesia.
Ada beberapa produk pinjaman bisnis OCBC, dengan kategori meliputi Pembiayaan Bisnis, Trade Finance, Pembiayaan Ekspor & Impor, Supply Chain Financing, dan Investment Backed Loan.
Untuk pembiayaan bisnis, OCBC punya beberapa produk yaitu Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Pembelian Properti, hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA) Cashbiz.
Jika kamu perlu tambahan modal, kamu bisa mencoba Kredit Investasi dari OCBC. Ini adalah produk pinjaman yang didesain untuk memudahkan pengusaha dalam mendapatkan pembiayaan untuk kebutuhan investasi usaha.
Plafon kredit yang ditawarkan pada produk ini minimal Rp500 Juta dan maksimal mencapai Rp25 Miliar. Tenor kredit juga panjang, yaitu sampai 10 tahun! Adapun jaminannya bisa berupa rumah atau properti.
Bentuk pinjaman pun variatif, kamu bisa mengaksesnya dalam bentuk cicilan atau rekening koran. Dana pinjaman yang cair dari Kredit Investasi OCBC bisa kamu gunakan untuk membeli aset, refinancing, atau ekspansi usaha.
Syarat untuk mengajukan kredit ini juga cukup mudah, yaitu minimal usia 21 tahun atau sudah menikah, tidak masuk daftar hitam BI dan OCBC, serta pengusaha adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
Adapun persyaratan dokumen untuk mengajukan Kredit Investasi OCBC yang harus disiapkan antara lain:
- Formulir pengajuan
- KK dan KTP pemohon + suami/istri
- Akta nikah, cerai, atau pisah harta
- NPWP
- Surat pernyataan seputar kredit beragun properti yang dimiliki
- Bukti lunas DP
- Rekening koran 3 bulan terakhir
- Akta pendirian PT
- SIUP/TDP/Surat keterangan domisili
- Sertifikat, IMB, AJB, dan PBB Terakhir
Jika persyaratan sudah terpenuhi, kamu bisa mengajukan Kredit Investasi OCBC dengan mengisi form pengajuan yang ada di link ini! Mudah, kan?
Baca juga: Perusahaan Korporasi: Definisi, Jenis, Ciri, dan Contohnya